Selasa, 25 September 2007

ARTERI KAKU? – Makanlah Agar-Agar

Apakah anda merasa lebih lemah dari sebelumnya dalam beraktivitas? Mudah-mudahan tidak. Namun, kalau tak lagi sekuat sebelumnya, jangan-jangan anda sudah menderita aterosklerosis. Dengan agar-agar dan kawan-kawannya, penyakit pembuluh darah arteri bisa direm.
Pembuluh darah arteri bisa diibaratkan sepotong selang air berbahan plastik. Pada keadaan normal bila volume cairan yang mengalir melaluinya bertambah, selang akan mengembang sesuai dengan penambahan volume cairan tersebut. Bila bagian dalam selang menyempit lantaran banyak lumut atau kerak, selang menjadi kurang elastis. Aliran air yang melewatinya pun bakal terhambat. Tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan air juga bertambah tinggi.
Bila hal serupa terjadi pada pembuluh darah arteri, pembuluh ini akan menjadi kaku. Volume darah yang bisa melewatinya berkurang. Akibatnya, zat gizi dan oksigen yang dibawa darah keseluruh tubuh akan terhambat penyalurannya. Itulah yang terjadi pada derita aterosklerosis.
Aterosklerosis (ada juga yang menyebutnya arteriosklerosis) adalah penyakit dimana pembuluh darah arteri kehilangan elastisitas normalnya, sehingga menjadi kaku dan mengalami penyempitan. Orang sering juga menyebut penyakit ini sebagai penyakit pengerasan pembuluh darah arteri.

Gara-Gara Kerak

Aterosklerosis bisa menimpa si Bujang yang masih tergolong muda, atau si Aki yang sudah masuk kategori lansia. Umumnya memang banyak diderita oleh orang-orang seumur si Aki, karena tubuh orang seusianya memang sudah mengalami kemunduran. Tak salah kalau kemudian aterosklerosis dimasukkan dalam kelompok penyakit degeneratif.
Ada tiga perubahan dasar yang mengakibatkan terjadinya aterosklerosis. Pertama, pembuluh darah arteri kehilangan elastisitas karena serabut-serabut elastis pada dinding pembuluh arteri tersebut mengalami degenerasi. Kedua, pembuluh arteri menjadi kaku akibat penumpukan kerak garam-garam mineral yang cukup banyak pada dindingnya. Ketiga, lubang pembuluh darah arteri menyempit akibat pembentukan jaringan baru atau pengendapan lemak dan kolesterol pada permukaan dalam dindingnya.
Sering kali aterosklerosis menyerang pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak, anggota badan atau jantung. Selain itu, pembuluh darah aorta (arteri yang memasok darah ke tubuh) sering pula terserang aterosklerosis.
Secara umum penyakit ini tidak menunjukkan gejala. Namun, bila terjadi pada sebagian besar pembuluh arteri, penderita akan tidak mampu lagi melakukan pekerjaan sebanyak yang pernah dilakukannya. Jika aterosklerosis terjadi pada tangan atau kaki, anggota badan tersebut akan mengalami mati rasa (gangrene), yang lama-kelamaan dapat berkembang menjadi lumpuh.
Sementara, bila menimpa pembuluh arteri yang ke otak, aktivitas mental penderita akan mengalami kemunduran. Misalnya, penurunan daya ingat, timbul pening atau pikiran mengalami kekacauan. Bahkan, bisa pula menyebabkan stroke.
Aterosklerosis bisa pula menimpa pembuluh darah arteri pada jantung. Kalau yang ini terjadi, penyediaan darah ke jantung jadi berkurang, sehingga penderita merasakan nyeri yang tajam di dada ketika melakukan suatu aktivitas. Dalam hal ini penderita perlu waspada dan menghentikan kegiatannya untuk mencegah terjadinya gangguan lebih hebat lagi pada jantung. Selanjutnya, segera meminta pertolongan dokter.
Penyebab aterosklerosis antara lain, penderita memang keturunan dari seorang yang memiliki kecenderungan menderita penyakit tersebut. Kemungkinan menderita menjadi lebih besar lagi bila ia menderita diabetes, hipotiroidisme, hiperkolesterolemi atau obesitas. Asupan kolesterol, lemak jenuh atau karbohidrat berlebih, terutama kelompok gula, juga berperan dalam berkembangnya penyakit ini. Makanan tertentu dapat menyebabkan peningkatan pengendapan lemak pada dinding pembuluh arteri sebelah dalam serta mempercepat terjadinya gumpalan dalam darah. Gumpalan tersebut selain ada kaitannya dengan aterosklerosis, juga karena perubahan dalam darah sendiri akibat konsumsi makanan tinggi kolesterol.

Menurunkan Kolesterol

Supaya aterosklerosis tidak semakin parah, banyak yang bisa kita lakukan. Yang utama, disiplin dalam menjaga pola makan. Makanan yang banyak mengandung gula – seperti kue dan minuman ringan – perlu dihindari. Begitu juga dengan rokok. Sebaliknya, kosumsilah daging tak berlemak, ikan, susu dan sayur. Lakukan olahraga dengan teratur sesuai petunjuk dokter. Tak ketinggalan, jaga jangan sampai kegemukan.
Ingat, kolesterol dan lemak jenuh memang biang keladi terjadinya aterosklerosis. Untuk mecegah masuknya kolesterol dan lemak ke dalam darah atau menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah, ada beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan.
Dengan bahan alami tersebut, aterosklerosis bisa dicegah. Kalaupun sudah terjadi, penyakit tidak bertambah buruk atau malah bisa diperingan. Apa saja bahan alami itu? Diantaranya, bawang putih dan merah, kunyit, temulawak, kedelai dan agar-agar.
Berdasarkan penelitian, umbi bawang putih (Allium sativum L.) dan bawang merah (A. cepa L.) memiliki kemampuan untuk menghambat sintesis kolesterol dan lemak, sehingga mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Yang berperan menghambat sintesis kolesterol ini adalah senyawa-senyawa belerang organik pada kedua herbal tersebut.
Sementara dalam rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) atau kunyit (C. longga L.) terkandung senyawa-senyawa kurkuminoid, terutama kurkumin. Berdasarkan penelitian, ekstrak akuatik (ekstrak dengan pelarut air) rimpang kedua tanaman tersebut mengurangi kadar kolesterol total (HDL – kolesterol “baik” – dan LDL – kolesterol “jahat”) maupun lemak dalam darah. Hal ini terjadi karena kurkumin menghambat pembentukan kolesterol dalam hati. Kurkumin juga meningkatkan pengeluaran kolesterol oleh hati lewat feses (kotoran). Dengan demikian, kadar kolesterol dan lemak dalam darah menurun.
Biji kedelai (Soya max L.) tak kalah ganasnya mengganyang kolesterol dan lemak dalam tubuh. Disamping karbohidrat, protein dan lemak, biji bahan baku tempe dan tahu ini juga mengandung senyawa-senyawa fosfolipid. Berdasarkan uji klinik, senyawa fosfolipid mampu menurunkan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida. Sedangkan HDL tak terpengaruh oleh kehadiran senyawa tersebut.
Sekadar tahu saja, LDL cenderung menyebabkan aterosklerosis, sedangkan HDL dalam jumlah besar akan menyelimuti LDL dan membawanya ke hati untuk kemudian dikeluarkan lewat “kutub selatan” bersama feses. Jadi, kehadiran kedelai bisa menurunkan LDL tetapi tetap mempertahankan HDL, baik untuk mencegah aterosklerosis atau menjaga aterosklerosis yang telah terjadi tidak menjadi parah.
Untuk bisa merasakan hasilnya, dosis yang digunakan adalah 1 – 3 g fosfolipid per hari. Kalau dalam biji kedelai terkandung 3% fosfolipid, 1 – 3 g fosfolipid setara dengan 34 – 100 g tepung biji kedelai. Jadi, setiap hari kita membutuhkan 34 – 100 g kedelai dalam makanan yang kita konsumsi. Makanan tersebut dapat berupa bubur, roti atau bentuk lain yang kandungan kedelainya setara.
Terakhir, agar-agar [Gelidium cartilagenum (L) Gaillon dan Gracillaria confervoides (L) Greville] juga bisa dipilih untuk mengatasi aterosklerosis. Makanan ini mengandung senyawa polisakarida bukan pati (amilum) yang kurang dicerna oleh saluran pencernaan. Karena kandungan itu, oleh Cuming dan Heaton, agar-agar dimasukkan dalam kelompok dietary fiber yang kemudian diterjemahkan sebagai serat diet. Padahal, lebih tepat bila diterjemahkannya adalah bahan pengembang. Makanan atau bahan apa pun yang mengandung bahan tersebut akan mengembang jika bersentuhan dengan air.
Kandungan dietary fiber itu yang membuat agar-agar bersifat dapat menyerap kolesterol dan lemak, bahkan glukosa (gula), dari makanan yang kita konsumsi. Sifat ini membuat agar-agar bisa mengurangi jumlah kolesterol, lemak dan glukosa yang diserap saluran pencernaan dari makanan. Hasilnya, ketiga zat gizi yang tak terlalu diharapkan itu bisa dikurangi masuknya ke dalam darah. Tak Cuma itu, urusan ke belakang untuk buang hajat pun jadi lancar.
Nah, kalau kita sudah mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak atau kolesterol, hasilnya akan lebih yahut kalau kita juga mengkonsumsi tanaman herbal di atas setelah makan. Supaya mudah, ambilah 2 – 5 g umbi bawang putih atau 20 g bawang merah yang telah dikeringkan dan dimasukkan ke dalam kapsul. Jumlah tersebut untuk keperluan sehari.
Kalau yang kita pilih temulawak atau kunyit, kita memerlukan 3 – 9 g per hari. Rimpang tersebut bisa dimakan dalam keadaan segar, bisa pula diminum air rebusannya. Bila memilih cara kedua, kita terlebih dahulu harus merajang melintang rimpangnya. Rebus dengan air secukupnya sampai 15 menit setelah keluarnya uap. Barulah air rebusannya kita minum.
Lebih afdol lagi bila satu jam kemudian kita juga mengkonsumsi agar-agar 1 – 3 potong sebagai pencuci mulut setiap hari.
Mengapa satu jam setelah mengkonsumsi herbal?
Ya, supaya zat-zat yang terkandung dalam herbal tidak ikut diserobot agar-agar. Dengan agar-agar, kadar kolesterol, lemak dan glukosa dalam darah juga bisa diturunkan. Sintesis lemak dan kolesterol dalam tubuh pun dihambat. Maka, kemungkinan terjadinya atau semakin parahnya aterosklerosis bisa diperkecil.
Nah, sekarang kalau anda masih sehat, cobalah herbal-herbal tadi untuk mencegah aterosklerosis. Kalaupun anda telah menderitanya, konsumsi saja bahan alami tersebut agar penderitaan tak semakin parah. Syukur, kalau malah membaik.
Selamat Mencoba!

TIPS

3 Langkah Hidup Sehat Tanpa Aterosklerosis :
  • Konsumsi makanan sehat yang bebas dari kandungan kolesterol dan lemak
  • Olahraga secara teratur dan proporsional
  • Bagi yang masih sehat atau yang sudah terjadi, cobalah konsumsi herbal-herbal yang telah dijabarkan di atas
Oleh Djoko Hargono – Pemerhati obat alam, di Jakarta
Intisari edisi Feb 2004