Senin, 27 Januari 2014

JAMBU BIJI - Penggunaan Dan Manfaat Sebagai Obat

Jambu biji, jambu batu, jambu klutuk, jambu siki atau Psidium guajava dalam bahasa latin termasuk dalam famili Myrtaceae (myrtle) merupakan salah satu tanaman tropis yang tumbuh asalnya dari Brazilia. Buah yang berkulit hijau dengan daging buah berwarna merah (ada juga yang berdaging buah putih) ini memiliki rasa manis-manis asam dan banyak kandungan vitamin C serta beraroma khas jika sudah masak ini, masuk dan tersebar di Indonesia melalui Thailand.

Memang masih sangat terbatas uji klinis dan bukti-bukti medis yang mendukung manfaat jambu biji dalam pengobatan penyakit, tetapi jambu biji dipercaya dan banyak digunakan dalam pengobatan diare, diabetes Tipe 2, hipertensi, nyeri haid (dysmenorrhea) dan hyperlipidemia (kadar lemak tinggi dalam darah).

Unsur Kimiawi Jambu Biji

Dari analisis kimiawi mengungkapkan bahwa daun jambu biji memiliki zat-zat kimiawi yang penting seperti alkaloid, antosianin, karotenoid, minyak-minyak essential, Dari analisa kimiawi terungkap bahwa daun jambu biji memiliki alkaloid, anthocyanin, carotenoid, minyak essential, asam lemak, flavonoid (terutama quercetin), lectin, phenol, saponin, tannin, triterpene, dan vitamin C (80 mg per 100 g buah).

Pada minyak essential-nya terkandung alpha pinene, caryophyllene, cineol, D-limonene, eugenol, and myrcene. Unsur pokok asam (yang mudah menguap) terbesarnya terdiri atas asam(E)-cinnamic and asam (Z)-3-hexenoic.Buah jambu biji tinggi akan kandungan air yang mengandung sedikit jumlah karbohidrat, protein dan lemak. Buah ini juga memiliki kandungan zat besi, vitamin A dan C, thiamine, riboflavin, niacin, dan mangan. Karakteristik bau buah ini dilengkapi dengan senyawa carbonyl. Buah yang masih mentah tinggi akan kandungan tannin sementara unsur pokok terbanyak pada kulit buah adalah asam ascorbic, yang sebagian besar rusak pada saat dikemas dalam kaleng (canning) dan pada saat pemrosesan.

Kulit pohon jambu biji mengandung tannin sekitar 12% sampai 30% dan kristal kalsium oksalat, sementara pada pohon yang masih muda atau masih bibit mengandung protein yang kaya akan glycine, kanji, phenolic dan senyawa-senyawa flavonoid.

Pemanfaatan Saat Ini

Dalam pemanfaatan secara tradisional jambu biji memiliki sejarah yang panjang, banyak yang telah diakui dan disyahkan dalam riset ilmiah. Obat alami yang sangat bagus untuk diare - cukup aman bahkan untuk anak-anak. Untuk bayi dan anak dibawah 2 tahun, dengan 1 cangkir jus jambu biji sehari akan sangat membantu dalam mengatasi diare. Untuk anak-anak usia lebih dari 2 tahun dan orang dewasa, dapat minum air rebusan daun jambu biji sebanyak 1 cangkir (1 sampai 2 kali sehari) yang merupakan standar obat herbal tropis. Saat ini ekstrak daun jambu biji banyak digunakan dalam berbagai formula herbal dengan banyak peruntukan; dari antibiotik herbal dan formula diare hingga formula kesehatan perut/usus dan formula penurun berat badan. Dalam studi tentang kandungan racun yang dilakukan pada tikus yang kemudian diterapkan pada manusia menunjukkan baik daun maupun buah jambu biji keduanya aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Pengolahan Tradisional

Buah dan jus jambu biji dapat dikonsumsi secara bebas untuk mendapatkan rasanya yang mantap, keuntungan nutrisi serta kandungan nutrisinya, sebaik efektifitasnya dalam pengobatan diare pada anak-anak. Daunnya diolah sebagai jamu rebusan daun dengan dosis standar, biasanya 1 cangkir 1-3 kali sehari.

Jus jambu biji juga dapat dikonsumsi untuk mengobati penyakit asam lambung tinggi serta dipercaya berkhasiat membantu penyembuhan penyakit Demam Berdarah Dengue.

Kegunaan Dan Farmakologi

Diare
Data pada binatang
Ekstrak daun jambu biji menurunkan kejang-kejang yang berhubungan dengan diare pada binatang pengerat. Mengurangi buang air besar (defekasi), juga menunjukkan adanya pengurangan sekresi cairan intestinal. Aktifitas secara umum dihubungkan dengan kemampuan quercetin dan turunannya untuk mempengaruhi serabut-serabut otot halus via kalsium yang bersifat melawan, mencegah pergerakan intestinal, dan mengurangi permeabilitas kapilar dalam rongga abdominal.

Data klinis
Studi in vitro menggambarkan bahwa ekstrak daun dan kulit pohon jambu biji bersifat membunuh bakteri (bactericidal) terhadap sejumlah bakteri patogen yang menyebabkan diare. Akan tetapi, data dari percobaan klinis terbatas, dan sedikit dari percobaan tersebut yang dipublikasikan.

Efek Cardiovascular
Dalam beberapa studi klinis, bahwa penambahan sebanyak 400 mg sampai 1 kg buah jambu biji setiap hari selama 12 minggu telah menurunkan tekanan darah systolic dan diastolic.

Efek Hypolipidemic
Fakta-fakta terbatas dari beberapa percobaan klinis menggambarkan bahwa penambahan buah jambu biji atau teh daun jambu biji pada diet dapat meningkatkan profil lipid. Percobaan dilakukan dengan rentang dosis 0,4 sampai 1 kg per hari selama 4 sampai 12 minggu.

Diabetes
Fakta-fakta terbatas dari beberapa percobaan klinis menggambarkan bahwa ekstrak buah dan daun jambu biji mungkin bermanfaat bagi diabet Tipe 2.

Dysmenorrhea (Nyeri Haid)
Dilaporkan mengurangi intensitas nyeri haid setelah mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji yang distandarisasi pada 6 mg kandungan flavonoid per hari selama 4 bulan.

Effek Anti Radang
Ekstrak daun jambu biji telah dievaluasi dalam studi in vitro pada contoh-contoh alergi dan peradangan.

Antioksidan
Ekstrak jambu biji encer memiliki aktifitas antioksidan. Aktifitas terbanyak adalah berhubungan dengan polyphenols; namun ekstrak jambu biji juga mengandung antioksidan seperti asam ascorbic dan carotenoid.

Kanker
Ekstrak daun, minyak daun, biji jambu dan ekstrak keseluruhan tanaman telah dievaluasi untuk potensi aplikasi kemoterapi. Akitifitas ditunjukan dengan melawan berbagai sel kanker pada manusia termasuk prostat, colon (usus besar), dan kanker kulit, juga pada leukemia dan melanoma.


sumber: drugs.com, wikipedia.org, rain-tree.com

Tidak ada komentar: